Monday, October 29, 2018

Frustasi


Hanya bersembunyi di dalam kamar yang kecil dan gelap
Hanya dengan layar kotak agak lebar ku bicara
Mengatakanya balok demi balok huruf yang ku ketuk dengan jari tanganku
Dy begitu setia, menemaniku dikala ku sendiri terbunuh oleh sepi
Dy selalu memahami setiap kata yang ku katakan
Dy juga mengerti tentang apa yang kurasakan

Ku berhenti sejenak
Kupegangi kepala ini dengan kedua tanganku
Serasa kepala ini ingin pecah memuntahkan apa yang ada di dalamnya
Berdenyut-denyut seakan mau habis waktunya.

Memikirkan sesuatu yang tak tahu apa itu
Karena judulku berada di ujung jurang yang teramat dalam
Dibawahnya batuan tajam nan runcing
Terasa sangat sulit ku mendapatkanya.

Mungkinkah pikiran ini sudah menemukan jalan buntu?
aku juga tak tahu.
Anjing,,,! aku mulai bicara sendiri
Apa ini yang dinamakan gila?
Ahh,,,tak tahu juga.

Diri ini jadi teringat tentang puisi yang di tulis sahabatku tempo hari
"Cahaya Kegelapan" Itulah Judulnya,,,
Otak ini mulai mendidih lagi,,,
sedikit berpikir tentang hal itu.
Bagaimana bisa cahaya memberikan kegelapan?
itu mungkin hanya dia yang mengerti,,,
Asem Tenan aku ra di doi,,
Orang yang berpikiran rumit dan tertutup hatinya.
Atau mungkin hanya khayalanya belaka.
Dilirium....atau apa itu namanya
Aku juga tak tahu.

No comments:

Post a Comment

Aku Tak Cukup Kuat (Antara Hati & Nafsu)

Raga ini sekarat Melewati jalan panjang terjal Di bawahnya ada batuan yang panas Hingga membuatnya melepuh Menggerogoti semang...